Minggu, 01 Desember 2013

Pengertian Tuna Netra



TUNA NETRA

A. Pengertian
Tunanetra adalah gangguan daya penglihatan, berupa kebutaan menyeluruh atau sebagian, dan walaupun telah diberi pertolongan dengan alat-alat bantu khusus, mereka masih tetap memerlukan pendidikan khusus.
Pengertian tunanetra menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tidak dapat melihat (KBBI, 1989:p.971) dan menurut literatur berbahasa Inggris visually handicapped atau visual impaired.
Tunanetra dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
-         Buta Total, yaitu keadaan dimana dua matanya tidak berfungsi yang disebabkan pada kerusakan pada kornea mata atau pada putusnya syaraf mata
-         Buta Sebagian, yaitu keadaan dimana satu mata dari seseorang tidak berfungsi dengan baik dikarenakan kerusakan kornea mata atau terputusnya saraf mata dari orang tersebut.
-         Low Vision, yaitu suatu keadaan yang terjadi pada penglihatan seseorang, dimana orang tersebut tidak dapat melihat wujud asli dari suatu benda melainkan hanya berupa bayangan yang kabur dan itupun apabila disekitar benda tersebut terdapat banyak cahaya. Low Vision yang semakin parah akan menyebabkan kebutaan total.

Minggu, 17 November 2013



Saung Harmoni, Wadah Tunanetra Menempa Diri dalam Seni

Perkenalkan, nama saya Okky. Saat ini saya aktif sebagai klien di Mitra Netra. Saya ingin berbagi cerita tentang Saung Harmoni, sebuah grup yang dibentuk Mitra Netra untuk mewadahi tunanetra bermain angklung, biola, dan musik akustik, dimana saya turut aktif di dalamnya.
Saung Harmoni sudah beberapa kali tampil di berbagai acara. Pada 3 September 2012 yang lalu, kami tampil dalam peluncuran produk Standard Chartered Bank di Jakarta. Dalam acara ini Saung Harmoni melibatkan tujuh belas orang tunanetra dengan komposisi sebelas orang memainkan angklung dan enam orang memainkan alat musik akustik. Kami menampilkan lima lagu pop dan daerah. Untuk acara ini, kami berlatih secara intensif kurang lebih dua bulan sebelumnya.
Selanjutnya, pada 2 dan 3 November 2012, kami tampil di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) sebagai pengiring musik pembuka dan penyambut tamu dalam Pementasan Wayang Urban “Sintamu Sintaku” yang digelar oleh Komunitas BudayaKu, sebuah sebuah lembaga yang terdiri atas sekelompok individu dari berbagai profesi yang memiliki kesamaan dan tujuan untuk menjadikan seni dan budaya Indonesia sebagai akar budaya bangsa dan menjadi tolak ukur dalam menerima budaya luar yang masuk dalam era globalisasi.
Dalam acara ini, kami menampilkan tujuh lagu dengan komposisi empat lagu dengan iringan angklung dan tiga lagu dengan iringan gabungan biola dan musik akustik serta melibatkan dua puluh dua orang tunanetra tanpa seorangpun pendamping orang yang berpenglihatan.



Tujuan pembelajaran merupakan sasaran utama yang harus dicapai setelah proses pembelajaran selesai. Metode dan pendekatan yang tepat untuk mengajar dan aktivitas siswa dalam belajar merupakan hal yang harus diperhatikan ketika merancang suatu rencana pembelajaran.
Dengan demikian pemilihan metode sangat penting agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Hal itu senada dengan pendapat yang dikemukakan oleh Surakhmad (1986 :75), bahwa metode adalah suatu cara yang dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan yang akan dicapai John D. Latuheru (1988 : 14) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan media pembelajaran adalah semua alat (bantu) atau benda yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud untuk menyampaikan pesan (informasi) pembelajaran dari sumber (guru maupun sumber lain) kepada penerima (dalam hal ini anak didik atau warga belajar). Selanjutnya Suharsimi Arikunto (1987 : 16) mengemukakan bahwa media adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam proses belajar mengajar untuk lebih mempertinggi efektifitas serta efisiensi dalam mencapai tujuan pendidikan seoptimal mungkin. Oleh karena itu, dari berbagai pendapat para ahli kita dapat menyimpulkan bahwa: Media pembelajaran merupakan alat bantu pembelajaran yang digunakan sesuai dengan tujuan dan isi materi pembelajaran sebagai usaha untuk mempermudah menyampaikan informasi dari sumber belajar kepada penerima informasi, dengan tujuan untuk memperoleh hasil belajar yang lebih baik dalam kegiatan belajar-mengajar. Dengan demikian maka seorang pendidik dalam melakukan proses belajar mengajar harus dapat memilih antara media yang cocok dengan materi yang akan diberikan kepada siswanya.

Strategi pembelajaran anak tuna netra





Permasalahan strategi pembelajaran dalam pendidikan anak tunanetra didasarkan pada dua pemikiran, yaitu :
1. Upaya memodifikasi lingkungan agar sesuai dengan kondisi anak (di satu sisi).
2. Upaya pemanfaatan secara optimal indera-indera yang masih berfungsi, untuk mengimbangi kelemahan yang disebabkan hilangnya fungsi penglihatan (di sisi lain).
Strategi pembelajaran dalam pendidikan anak tunanetra pada hakekatnya adalah strategi pembelajaran umum yang diterapkan dalam kerangka dua pemikiran di atas. Pertama-tama guru harus menguasai karakteristik/strategi pembelajaran yang umum pada anak-anak awas, meliputi tujuan, materi, alat, cara, lingkungan, dan aspek-aspek lainnya. Langkah berikutnya adalah menganalisis komponen-komponen mana saja yang perlu atau tidak perlu dirubah/dimodifikasi dan bagaimana serta sejauh mana modifikasi itu dilakukan jika perlu. Pada tahap berikutnya, pemanfaatan indera yang masih berfungsi secara optimal dan terpadu dalam praktek/proses pembelajaran memegang peran yag sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar.
Dalam pembelajaran anak tunanetra, terdapat prinsip-prinsip yang harus diperhatikan, antara lain :
1) Prinsip Individual
Prinsip individual adalah prinsip umum dalam pembelajaran manapun (PLB maupun pendidikan umum) guru dituntut untuk memperhatikan adanya perbedaan-perbedaan individu. Dalam pendidikan tunanetra, dimensi perbedaan individu itu sendiri menjadi lebih luas dan kompleks. Di samping adanya perbedaan-perbedaan umum seperti usia, kemampuan mental, fisik, kesehatan, sosial, dan budaya, anak tunanetra menunjukkan sejumlah perbedaan khusus yang terkait dengan ketunanetraannya (tingkat ketunanetraan, masa terjadinya kecacatan, sebab-sebab ketunanetraan, dampak sosial-psikologis akibat kecacatan, dll). Secara umum, harus ada beberapa perbedaan layanan pendidikan antara anak low vision dengan anak yang buta total. Prinsip layanan individu ini lebih jauh mengisyaratkan perlunya guru untuk merancang strategi pembelajaran yang sesuai dengan keadaan anak. Inilah alasan dasar terhadap perlunya (Individual Education Program – IEP).

Pianis Tuna Netra kebanggaan bangsa



Ade “Wonder” Irawan, Pianis Tunanetra Kelas Dunia

 

Indonesia Berprestasi | Ade "Wonder" Irawan, Pianis Tunanetra Kelas Dunia - Indonesia Berprestasi

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
KEHILANGAN indra penglihatan tidak membuat minder Muhammad Ade Irawan. Berkat bakatnya yang luar biasa, kini Indonesia punya “Stevie Wonder” yang  jago piano.

LAMPU Auditorium Bentara Budaya, Jakarta, dipadamkan. Sekitar dua ratus penonton yang memenuhi ruangan sontak memelankan suara. Hanya bisik-bisik yang masih terdengar. Namun, begitu Muhammad Ade Irawan, 16, memulai memainkan jari-jemarinya di atas tuts piano, hadirin langsung diam.
Tembang Indonesia Pusaka mengalun syahdu. Iramanya lembut dan membuat merinding pendengarnya. Sayup-sayup terdengar pengunjung turut melantunkan lagu gubahan Ismail Marzuki itu.
Resital piano tunggal Muhammad Ade Irawan yang dihelat 24 Juni silam itu memang agak berbeda. Jaya Suprana, sang penggagas resital, mengemasnya dengan konsep The Darkness. Bos Jamu Jago tersebut menginginkan penonton tak sekadar mendengar dan menikmati pertunjukan dengan telinga dan mata, tetapi juga dengan hati.
Karena itu, selama konser semua lampu ruangan dimatikan. Pengunjung diminta untuk mendengarkan alunan piano Ade dengan mata terpejam dan lebih dengan hati. Jaya menginginkan penonton merasakan apa yang Ade rasakan, pianis yang kehilangan penglihatan sejak lahir. Walhasil, begitu lagu selesai dimainkan, gemuruh tepuk tangan riuh menyambut penampilan Ade. Tidak hanya itu. Para penonton juga berdiri, memberikan penghargaan kepada sang pianis, Ade “Wonder” Irawan.

Komputer tuna netra



APA ITU KOMPUTER TUNANETRA?

Hingga saat ini, masih banyak yang bertanya-tanya apasih komputer tunanetra itu?
Secara awam, barangkali orang berpikir bahwa seseorang kalo sudah menjadi tunanetra, maka seseorang tersebut gak akan bisa berbuat apa-apa.
Anggapan tersebut boleh dibilang benar, pun juga dapat dikatakan salah, kenapa?
Dikatakan benar karena hampir seluruh aktivitas dalam kehidupan ini memerlukan penglihatan, sehingga kalo orang lantas menjadi buta, dia mau apa?
Sebaliknnya, dikatakan salah karena seseorang yang sudah tunanetra itu masih punya indra lain, seperti pendengaran, peraba, perasa, penciuman, dan yang terlebih penting tunanetra itu tetap masih memiliki intelektual dan kondisi rohani serta jasmani masih sehat.
Secara umum, komputer untuk tunanetra itu sama seperti yang dipakai oleh orang kebanyakan, tak ada design khusus maupun dirancang secara khusus untuk tunanetra.
Mungkin, awam beranggapan, bahwa kalo komputer tunanetra itu mesti dirancang dengan kondisi tertentu, misalnya, menggunakan papan tombol braille, layarnya pun harus braille, karena tunanetra kan harus meraba.
Padahal, seperti dikatakan diatas, bahwa tunanetra kan masih ada pendengaran, nah, indra tersebutlah yang menggantikan cara tunanetra mengoperasikan komputer.
Spesifikasi komputer yang dipakai pun tidak memerlukan standarisasi tertentu agar bisa dipergunakan oleh tunanetra.

Metode pembelajaran anak tuna netra



Menerangi Anak-anak Tunanetra Lewat Pendidikan

Ester Lince Napitupulu
Menjadi penyandang tunanetra pada usia 24 tahun akibat glaukoma sempat membuat Ritson Manyonyo putus harapan. Berhasil bangkit dari ”kegelapan”, Sonny, sapaan dia, mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan anak-anak penyandang tunanetra.
Sonny (38) tak ingin penyandang tunanetra terjebak pilihan hidup yang terbatas sebagai tukang pijat dan pengamen. Ia bersama teman-teman, para penyandang tunanetra, sejak 2006 mendirikan Yayasan Elsafan yang menyediakan layanan pendidikan dan panti bagi anak-anak tunanetra, terutama anak dari keluarga tidak mampu.
”Keinginan kami sempat dipandang sinis. Ada yang bilang orang buta, kok, mengurus orang buta, mengurus diri sendiri saja sulit. Namun, nyatanya lembaga pendidikan bagi anak-anak tunanetra ini terus berkembang,” ujarnya.
Sekolah dan panti Yayasan Elsafan masih berpindah-pindah kontrakan. Mereka belum mampu membeli lahan. Kini, Yayasan Elsafan beroperasi di rumah kontrakan dua lantai di dekat Perumnas Klender, Jakarta Timur.
Anak-anak tunanetra yang terlambat menikmati bangku sekolah atau ”disembunyikan” keluarga diajak bergabung. Selain dari Jakarta dan sekitarnya, mereka, antara lain, juga dari Pontianak dan Medan.
Dari 41 siswa, sebanyak 60-70 persen tak membayar karena berasal dari keluarga tidak mampu.

MURI berikan penghargaan band tunanetra termuda kepada siswa SLB-A YAAT Klaten DIY



MURI berikan penghargaan band tunanetra termuda kepada siswa SLB-A YAAT Klaten DIY


Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) memberikan penghargaan kepada siswa SLB-A Yayasan Asuhan Anak-anak Tuna (YAAT) Klaten, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk kategori kelompok musik (band) tunanetra termuda yakni Band Pijar.

Aksi pecah rekor tersebut dilangsungkan di hadapan juri Muri pusat, Kamis (19/3) bertempat di DP Mall Semarang di Jl Pemuda No 150. Guna memecahkan rekor tersebut mereka hanya membutuhkan masa latihan hingga enam bulan.

Band Pijar terdiri dari Pajar Prasetyo (8) penabuh drum, Yoga Pratama (8) pembetot bass, Aulia Rahma (6) keyboard, Parsetyo Nugroho (8) gitar, Vita Ardiyana (11) vokalis, Yuliani (12) vokalis. Mereka memainkan 10 buah lagu baik lagu nasional, tembang lawas juga lagu popular saat ini seperti dari ST 12 dan Gita Gutawa.

Pelatih dua tim pemecah rekor Muri SLB A Klaten, Agus Putranto mengatakan, aksi pecah rekor tersebut dilakukan berdasar rekomendasi atau saran dari Direktorat PSLB di Jakarta.

“Kami tidak siapkan sendiri tema pecah rekor ini, tapi atas tawaran Dit PSLB pusat. Untuk kelompok musik tuna netra termuda latihan intensif selama tiga bulan sedangkan kategori tuna netra yang bisa akses 14 aplikasi komputer latihan enam bulan,” ujarnya.

Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Semarang, Drs Ciptono, mengatakan kegiatan ini sengaja diselenggarakan untuk menunjukan bahwa anak berkebutuhan khusus (ABK) juga dapat berprestasi. Sehingga dia menyelenggarakan prestasi ABK di DP Mall, Semarang, tersebut mengusung tema "Aktualisasi Diri Keberbakatan Siswa Berkebutuhan Khusus 2009".

Selasa, 12 November 2013

Pengertian Tuna Netra



TUNA NETRA

A. Pengertian
Tunanetra adalah gangguan daya penglihatan, berupa kebutaan menyeluruh atau sebagian, dan walaupun telah diberi pertolongan dengan alat-alat bantu khusus, mereka masih tetap memerlukan pendidikan khusus.
Pengertian tunanetra menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tidak dapat melihat (KBBI, 1989:p.971) dan menurut literatur berbahasa Inggris visually handicapped atau visual impaired.
Tunanetra dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
-         Buta Total, yaitu keadaan dimana dua matanya tidak berfungsi yang disebabkan pada kerusakan pada kornea mata atau pada putusnya syaraf mata
-         Buta Sebagian, yaitu keadaan dimana satu mata dari seseorang tidak berfungsi dengan baik dikarenakan kerusakan kornea mata atau terputusnya saraf mata dari orang tersebut.
-         Low Vision, yaitu suatu keadaan yang terjadi pada penglihatan seseorang, dimana orang tersebut tidak dapat melihat wujud asli dari suatu benda melainkan hanya berupa bayangan yang kabur dan itupun apabila disekitar benda tersebut terdapat banyak cahaya. Low Vision yang semakin parah akan menyebabkan kebutaan total.
B. Ciri-ciri
-         Tidak mampu melihat
-         Tidak mampu mengenali orang pada jarak 6 meter
-         Kerusakan nyata pada kedua bola mata
-         Sering meraba-raba/tersandung waktu berjalan
-         Mengalami kesulitan saat mengambil benda kecil disekitarnya
-         Bagian bola mata yang hitam berwarna keruh/bersisik/kering
-         Peradangan hebat pada kedua bola mata
-         Mata bergoyang terus